BTemplates.com




Saturday, 28 March 2015

Penggunaan fungsi string dalam Visual Basic


Fungsi string pada program vb net yang dibahas pada artikel ini yaitu Left, Right, Mid.
            Pemakaian fungsi string pada program vb net digunakan untuk mengambil beberapa deretan string dari string yang ada.
A. Fungsi String Left, digunakan untuk mengambil nilai string dari posisi sebelah kiri.
Contoh penggunaan :
            xkata = left(kata, jumlah)
            kata = "Program VB Net"
            xkata = left(kata,5)
            maka xkata bernilai "Prog"
B. Fungsi String Right, digunakan untuk mengambil nilai string dari posisi sebelah kanan.
Contoh penggunaan :
            xkata = right(kata, jumlah)
            kata = "Program VB Net"
            xkata = right(kata,8)
            maka xkata bernilai "VB Net"
C. Fungsi String Mid, digunakan untuk mengambil nilai dari posisi tengah kata.
Contoh penggunaan :
            xkata = mid(kata, posisi, jumlah)
            kata = "Ayo Belajar Bahasa Pemrograman VB Net"
            xkata = Mid(kata, 5, 26)
            maka xkata bernilai "Belajar Bahasa Pemrograman"
Form design terdiri atas Textbox1, Textbox2, Textbox3, Textbox4, dan Button, seperti pada Gambar Cover artikel.
Berikut merupakan contoh listing program pemakaian fungsi string pada program VB Net.
Public Class Form1
    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        Dim kata As String = TextBox1.Text
        TextBox2.Text = Microsoft.VisualBasic.Left(kata, 6)
        TextBox3.Text = Microsoft.VisualBasic.Right(kata, 6)
        TextBox4.Text = Microsoft.VisualBasic.Mid(kata, 5, 26)
    End Sub
End Class
Pada pemrograman Visual Basic Net, pemakaian fungsi Left, Right dan Mid harus digunakan juga referensi Microsoft.VisualBasic sehingga bisa digunakan. 
Contoh hasil program dikutip dari http://mesran.net
 Demikianlah Penggunaan fungsi string dalam Visual Basic ini dibuat,semoga dengan ini timbul kecintaan anda belajar bahasa pemograman...

Thursday, 26 March 2015

Tutorial pembuatan aplikasi blackberry sederhana


Tutorial cara membuat aplikasi blackberry sederhana
Android sekarang memang sedang jadi primadona. Tetapi harus diakui Blackberry masih punya pasar yang cukup bagus ditanah air ini. Hal ini diperkuat dengan pengalaman ketika bertemu atau meeting dnegan client, kebanyakan mereka menggunakan Blakcberry.Tutorial cara membuat aplikasi blackberry sederhana
Pada tutorial java saya pernah  menjelaskan bahwa dengan menguasai bahasa java kita bisa membuat aplikasi di android, blackberry, Symbian(Nokia). Untuk itu perkuatlah penguasaan bahasa pemrograman java
Tutorial Android saya pertama kali adalah membuat aplikasi sederhana menghitung luas persegipanjang yang ternyata mendapatan sambutan yang cukup baik dari pembaca. Dan pada  Tutorial Blackberry yang pertama ini juga saya akan membuat aplikasi sederhana menghitung luas persegipanjang.
Hal yang harus kita siapkan adalah install eclipse yang sudah ada plugin blackberrynya untuk installernya dapat didownload dari website resmi Blackberry, http://www.blackberry.com
Setelah selesai instalasi eclipse blackberrynya, masri kita mulai saja proses developmentnya.
1. Buat Project dengan nama PersegiPanjang, Klik File –> New –> Blackberry Project
Akan muncul jendela New Project
Klik Next
Klik Next
Pilih Blackberry Application, lalu klik Next
Klik Finish

2. Setelah langkash diatas diselesai maka pada jendela PackageExplorer
3. Buka File PersegiPanjang.java
package com.agus.bb.pspj;

import net.rim.device.api.ui.UiApplication;

/**
 * This class extends the UiApplication class, providing a
 * graphical user interface.
 */
public class PersegiPanjang extends UiApplication
{
    /**
     * Entry point for application
     * @param args Command line arguments (not used)
     */
    public static void main(String[] args)
    {
        // Create a new instance of the application and make the currently
        // running thread the application's event dispatch thread.
        PersegiPanjang theApp = new PersegiPanjang();
        theApp.enterEventDispatcher();
    }

    /**
     * Creates a new PersegiPanjang object
     */
    public PersegiPanjang()
    {
        // Push a screen onto the UI stack for rendering.
        pushScreen(new PersegiPanjangScreen());
    }
}
Pada saat Aplikasi dijalankan Class inilah yang akan dijalankan.
Disini dapat terlihat Screen yang  pertamakali ditampilkan adalah dari Class PersegiPanjangScreen
4. Untuk menambahkan komponen seperti Text Inputan dan Button, buka dan edit PersegiPanjangScreen.java
package com.agus.bb.pspj;

import net.rim.device.api.ui.Field;
import net.rim.device.api.ui.FieldChangeListener;
import net.rim.device.api.ui.component.BasicEditField;
import net.rim.device.api.ui.component.ButtonField;
import net.rim.device.api.ui.container.MainScreen;

/**
 * A class extending the MainScreen class, which provides default standard
 * behavior for BlackBerry GUI applications.
 */
public final class PersegiPanjangScreen extends MainScreen {
 /**
  * Creates a new PersegiPanjangScreen object
  */
 private BasicEditField befPanjang;
 private BasicEditField befLebar;
 private BasicEditField befLuas;

 public PersegiPanjangScreen() {
  // Set the displayed title of the screen
  setTitle("Aplikasi PersegiPanjang");
  //menambahkan inputan teks untuk panjang
  befPanjang = new BasicEditField("Panjang : ", "", 5,
    BasicEditField.EDITABLE);
  add(befPanjang);
  //menambahkan inputan teks untuk lebar
  befLebar = new BasicEditField("Lebar: ", "", 5, BasicEditField.EDITABLE | BasicEditField.FILTER_NUMERIC);
  add(befLebar);
  //menambahkan Button untuk Hitung Luas
  ButtonField btnHitung = new ButtonField("Hitung Luas",
    ButtonField.CONSUME_CLICK | ButtonField.FIELD_LEFT | BasicEditField.FILTER_NUMERIC);
  add(btnHitung);
  //menambahkan Listener untuk Button Hitung Luas
  btnHitung.setChangeListener(new FieldChangeListener() {
   public void fieldChanged(Field arg0, int arg1) {
    hitungLuas();
   }
  });
  //menambahkan inputan teks untuk luas, kita set readonly
  befLuas = new BasicEditField("Luas:", "", 100, BasicEditField.READONLY);
  add(befLuas);
 }

 private void hitungLuas() {
  int panjang = Integer.parseInt(befPanjang.getText());
  int lebar = Integer.parseInt(befLebar.getText());
  int luas = panjang * lebar;
  befLuas.setText(String.valueOf(luas));
 }
}
5. Sekaramg saatnya kita Run Aplikasiyang kita buat
Klik Icon Aplikasi PersegiPanjang
terima kasih......sekian yang dapat saya buat semoga bermamfaat bagi kita semua......Tuhan memberkati

Monday, 23 March 2015

Mencari bonus penjualan dengan Turbo Pascal


Dibawah ini saya buatkan coding pemograman mencari bonus dalam penjualan sebagai berikut :

USES CRT;
Var

Penjualan                : longint;
bonus                      : real;
Begin
clrscr;
gotoxy(30,10);write('Penjualan:');readln(penjualan);
if penjualan > 1000000 then
bous:=(0.1*1000000) + ((penjualan-1000000)*0.15);
else if penjualan >500000 then
bonus:=0.1*penjualan
else
bonus:=0;
gotoxy(30,12);write('bonus:',bonus:8:20);
readln;
End.


Demikianlah coding mencari bonus dalam penjualan , semoga apa yang saya buat ini bermamfaat bagi para pembaca sekalian........
Terima Kasih..!!!

Contoh program Penggunaan IF dalam VB.NET


Penggunaan If dalam Visual Basic


Public Class Form1

    Private Sub PictureBox1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles istanto.Click

    End Sub

    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnhapus.Click
        npm.Text = ""
        nama.Text = ""
        semester.Text = ""
        matakuliah.Text = ""
        hp.Text = ""
        kehadiran.Text = ""
        kuis.Text = ""
        uts.Text = ""
        uas.Text = ""
        total.Text = ""
        nilai.Text = ""
        keterangan.Text = ""
    End Sub

    Private Sub Button3_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkeluar.Click
        Me.Close()
    End Sub

    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Me.BackColor = Color.ForestGreen
     
        semester.Items.Add("1")
        semester.Items.Add("2")
        istanto.Visible = False
        sawaluddin.Visible = False
        reza.Visible = False
        suharni.Visible = False
        yogi.Visible = False


    End Sub

    Private Sub npm_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles npm.TextChanged
        istanto.Visible = False
        sawaluddin.Visible = False
        reza.Visible = False
        suharni.Visible = False
        yogi.Visible = False
        If npm.Text = "14110062" Then
            nama.Text = "istanto"
            hp.Text = "085261751623"
            istanto.Visible = True
        ElseIf npm.Text = "13110063" Then
            nama.Text = "sawaluddin"
            hp.Text = "082268541192"
            sawaluddin.Visible = True
        ElseIf npm.Text = "12110064" Then
            nama.Text = "reza"
            hp.Text = "082268545541"
            reza.Visible = True
        ElseIf npm.Text = "11110065" Then
            nama.Text = "suharni"
            hp.Text = "082268542275"
            suharni.Visible = True
        Else
            nama.Text = "yogi"
            hp.Text = "087754213387"
            yogi.Visible = True
     


        End If
    End Sub

    Private Sub semester_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles semester.SelectedIndexChanged
        matakuliah.Items.Clear()
        If semester.Text = "1" Then
            matakuliah.Items.Add("kalkulus")
            matakuliah.Items.Add("bahasa inggris")
            matakuliah.Items.Add("agama")
        Else
            matakuliah.Items.Add("kalkulus II")
            matakuliah.Items.Add("visual I")
            matakuliah.Items.Add("konsep pemograman")

        End If

    End Sub

    Private Sub btnproses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnproses.Click
        total.Text = 0.1 * Val(kehadiran.Text) + 0.15 * Val(kuis.Text) + 0.3 * Val(uts.Text) + 0.45 * Val(uas.Text)
        If total.Text <= 49 Then
            nilai.Text = "E"
            keterangan.Text = "Tidak lulus"
        ElseIf total.Text <= 59 Then
            nilai.Text = "D"
            keterangan.Text = "Tidak lulus"
        ElseIf total.Text <= 69 Then
            nilai.Text = "C"
            keterangan.Text = "Lulus"
        ElseIf total.Text <= 79 Then
            nilai.Text = "B"
            keterangan.Text = "Lulus"
        ElseIf total.Text >= 80 Then
            nilai.Text = "A"
            keterangan.Text = "Lulus"

        End If

    End Sub

    Private Sub suharni_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles suharni.Click

    End Sub
End Class

Okeh sekian yang dapat saya buat semoga bermamfaat bagi kita semua......GBU

Program Menghitung Volume Kubus, Luas persegi panjang,keliling lingkaran,dan keliling persegi panjang dengan Turbo Pascal


Program untuk menyelesaikan pilihan menu dengan Turbo Pascal 
Menu Program
----------------------------------------
1. Menghitung Volume Kubus
2. Menghitung Luas Persegi Panjang
3. Menghitung Keliling Lingkaran
4. Menghitung Keliling Persegi Panjang

USES CRT;
Var
pil                         :byte;
S,P,L                    :longint;
vol,luas,kl             :real;
kp                         :integer;
r                            : integer;
Begin
clrscr;
writeln('Menu Program');
writeln('-------------------------------------------------------------------------------');
writeln('1.Menghitung Volume Kubus');
writeln('2.Menghitung Luas Persegi Panjang');
writeln('3.Menghitung Keliling Lingkaran');
writeln('4.Menghitung Keliling Persegi Panjang');
write('Pilihan = ');
Readln(pil);
if pil=1 then
Begin
clrscr;
writeln('Menghitung Volume Kubus');
writeln('-------------------------------------------------------------------------------');
write('Sisi Kubus:');
Readln(s);
vol:=s*s*s;
writeln('Volume Kubus:',vol:3:1);
End
Else if pil 2 then
Begin
clrscr;
writeln('Menghitung Luas Persegi Panjang');
writeln('------------------------------------------------------------------------------');
write('Lebar:');Readln(L);
write('Panjang:');Readln(P);
Luas:=P*L;
writeln('Luas :',luas:3:0);
End
Else if pil=3 ten
Begin
clrscr;
writeln('Menghitung Keliling Lingkaran');
writeln('------------------------------------------------------------------------------');
write(''Jari-jari:');Readln(r);
kl:=3.14*2*r;
writeln('Keliling Lingkaran:',kl: 3:0);
End
Else if pil=4 Then
Begin
clrscr;
writeln('Menghitung Keliling Persegi Panjang');
writeln('------------------------------------------------------------------------------');
write('Panjang:');Readln(P);
write('Lebar:');Readln(L);
kp:=2*(P+L);
writeln('Keliling Persegi Panjang:',kp:3:0);
End
else
Begin
clrscr;
writeln('Pilihan Anda Tidak Tersedia!!!!');
End;
Readln;
End.

Demikianlah Coding Pemograman Ini saya buat semoga bermamfaat bagi pembaca sekalian......!!
Tuhan memberkati.....

Friday, 20 March 2015

cara membuat kalkulator sederhana dalam VB.NET


Selamat berkunjung di blog saya, dibawah ini adalah coding cara membuat kalkulator sederhana:

Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load

End Sub

    Private Sub Public Class Form1
btntambah_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btntambah.Click
    hasil.Text = Val(n1.Text) + Val(n2.Text)
    Me.BackColor = Color.Green
End Sub

Private Sub btnkurang_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkurang.Click
    hasil.Text = Val(n1.Text) - Val(n2.Text)
    Me.BackColor = Color.DarkViolet
End Sub

Private Sub btnkali_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkali.Click
    hasil.Text = Val(n1.Text) * Val(n2.Text)
    Me.BackColor = Color.Yellow
End Sub

Private Sub btnbagi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnbagi.Click
    hasil.Text = Val(n1.Text) / Val(n2.Text)
    Me.BackColor = Color.Purple
End Sub

Private Sub btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnhapus.Click
    n1.Text = ""
    n2.Text = ""
    hasil.Text = ""
    Me.BackColor = Color.SpringGreen
End Sub

Private Sub btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkeluar.Click
    Me.Close()
End Sub
End Class 

Terima kasih telah mengunjungi blog saya semoga artikel yang ada dalam blog saya dapat bermamfaat bagi saudara pembaca sekalian.......

Saturday, 14 March 2015

pegertian integral


Pengertian Integral Tak Tentu Beserta Contoh Soal dan Pembahasan ~ Pelajaran integral sudah dimulai sejak kelas XII IPA Semester pertama. Integral adalah lawan dari turunan atau diferensial. Atau biasa juga disebut dengan antiturunan. Masih ingat kan pelajaran turunan di kelas XI tahun lalu??? Jika dilihat dari rumusnya, turunan itu mengurangi 1 nilai pangkat. Nah sekarang ini ada lawan dari turunan yaitu Integral. Karena lawan dari turunan maka rumusnya adalah menambah 1 nilai pangkatnya. Kalau diibaratkan ada sebuah fungsi f(x) maka kita dapat mencari turunan atau anak dari fungsi tersebut dengan menggunakan rumus turunan. Dan jika yang diketahui adalah turunan dari sebuah fungsi dan yang ditanyakan adalah dari mana asal turunan fungsi tersebut maka kita gunakan Rumus Integral.

Pelajaran integral ini kita dapatkan sejak kelas XII di semester pertama, pelajaran integral ini nantinya juga akan keluar pada UTS semester ganjil nanti ( Baca Disini : Kisi-Kisi UTS Kelas XI Semester 1 ).


Pada dasarnya, Integral dapat dibagi menjadi 2 yaitu integral tak tentu dan integral tertentu. Pengertian Integral Tak Tentu Adalah Integral yang menghasilkan nilai masih dalam bentuk fungsi atau hasilnya bukan nilai angka. Sedangkan Pengertian integral tertentu adalah integral yang menghasilkan hasil yang sudah tentu sebuah nilai pasti bukan menghasilkan fungsi lagi. 

Baik, kita akan mulai membahas Integral Tak Tentu.

Cara Membaca Integral Tak Tentu

Contoh soal integral
Apakah ada yang bisa membaca rumus diatas dengan benar???
Langsung saja deh saya jawab sendiri, Rumus itu dibaca :
"Integral Tak Tentu Dari Fungsi f(x) Terhadap Variabel X"
Sudah tahu kan cara membacanya, Masak anak IPA tidak bisa baca rumus seperti ini! kan Malu ya.

Rumus Integral 

Rumus umum integral
Rumus diatas adalah rumus umum dari integral.
Rumus pengembangan integral
Dan rumus diatas ini adalah rumus pengembangan dari rumus integral,

Contoh Soal dan Pembahasan Integral

  1. Jika Diketahuicontoh soal integralMaka integralnya adalah . . .
    Jawab,
Hasil pembahasan integral
   2.  Jika Diketahui :
contoh soal integral Maka Tentukanlah Integralnya . . .
        Jawab,
pemecahan soal integral
    3. Jika Diketahui :
Integral dan rumusnyaMaka Tentukan Integralnya . . .
      Jawab,
Jawaban soal integral
    4. Jika Diketahui :
soal mudah integral Maka tentukan Integralnya . . .
     Jawab,
pembahasan mudah integral
      5. Jika Diketahui,
soal intergral (Akar Tiga Itu Ya!!!) Maka Tentukanlah Integralnya . . .
       Jawab,
hasil jawaban integral
Demikian Artikel saya tentang Rumus Integral Tak Tentu Beserta Contoh Soal dan Pembahasan baca juga artikel-artikel lainnnya tentang matematika seperti Varians Statistik Berserta Contoh Soal dan juga Rumus Simpangan Baku Semoga dapat lebih bermanfaat. Matematika itu mudah asal kita yang membuatnya menjadi mudah.
- See more at: http://www.benuailmu.com/2014/08/rumus-integral-tak-tentu-beserta-contoh.html#sthash.wrgEoFho.dpuf

pegertian integral


Pengertian Integral Tak Tentu Beserta Contoh Soal dan Pembahasan ~ Pelajaran integral sudah dimulai sejak kelas XII IPA Semester pertama. Integral adalah lawan dari turunan atau diferensial. Atau biasa juga disebut dengan antiturunan. Masih ingat kan pelajaran turunan di kelas XI tahun lalu??? Jika dilihat dari rumusnya, turunan itu mengurangi 1 nilai pangkat. Nah sekarang ini ada lawan dari turunan yaitu Integral. Karena lawan dari turunan maka rumusnya adalah menambah 1 nilai pangkatnya. Kalau diibaratkan ada sebuah fungsi f(x) maka kita dapat mencari turunan atau anak dari fungsi tersebut dengan menggunakan rumus turunan. Dan jika yang diketahui adalah turunan dari sebuah fungsi dan yang ditanyakan adalah dari mana asal turunan fungsi tersebut maka kita gunakan Rumus Integral.

Pelajaran integral ini kita dapatkan sejak kelas XII di semester pertama, pelajaran integral ini nantinya juga akan keluar pada UTS semester ganjil nanti ( Baca Disini : Kisi-Kisi UTS Kelas XI Semester 1 ).


Pada dasarnya, Integral dapat dibagi menjadi 2 yaitu integral tak tentu dan integral tertentu. Pengertian Integral Tak Tentu Adalah Integral yang menghasilkan nilai masih dalam bentuk fungsi atau hasilnya bukan nilai angka. Sedangkan Pengertian integral tertentu adalah integral yang menghasilkan hasil yang sudah tentu sebuah nilai pasti bukan menghasilkan fungsi lagi. 

Baik, kita akan mulai membahas Integral Tak Tentu.

Cara Membaca Integral Tak Tentu

Contoh soal integral
Apakah ada yang bisa membaca rumus diatas dengan benar???
Langsung saja deh saya jawab sendiri, Rumus itu dibaca :
"Integral Tak Tentu Dari Fungsi f(x) Terhadap Variabel X"
Sudah tahu kan cara membacanya, Masak anak IPA tidak bisa baca rumus seperti ini! kan Malu ya.

Rumus Integral 

Rumus umum integral
Rumus diatas adalah rumus umum dari integral.
Rumus pengembangan integral
Dan rumus diatas ini adalah rumus pengembangan dari rumus integral,

Contoh Soal dan Pembahasan Integral

  1. Jika Diketahuicontoh soal integralMaka integralnya adalah . . .
    Jawab,
Hasil pembahasan integral
   2.  Jika Diketahui :
contoh soal integral Maka Tentukanlah Integralnya . . .
        Jawab,
pemecahan soal integral
    3. Jika Diketahui :
Integral dan rumusnyaMaka Tentukan Integralnya . . .
      Jawab,
Jawaban soal integral
    4. Jika Diketahui :
soal mudah integral Maka tentukan Integralnya . . .
     Jawab,
pembahasan mudah integral
      5. Jika Diketahui,
soal intergral (Akar Tiga Itu Ya!!!) Maka Tentukanlah Integralnya . . .
       Jawab,
hasil jawaban integral
Demikian Artikel saya tentang Rumus Integral Tak Tentu Beserta Contoh Soal dan Pembahasan baca juga artikel-artikel lainnnya tentang matematika seperti Varians Statistik Berserta Contoh Soal dan juga Rumus Simpangan Baku Semoga dapat lebih bermanfaat. Matematika itu mudah asal kita yang membuatnya menjadi mudah.
- See more at: http://www.benuailmu.com/2014/08/rumus-integral-tak-tentu-beserta-contoh.html#sthash.wrgEoFho.dpuf

Monday, 2 March 2015

Sistem Bilangan


Sistem Bilangan 

Sistem Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu bilangan dasar atau basis (base / radix) yang tertentu. Dalam hubungannya dengan komputer, ada 4 Jenis Sistem Bilangan yang dikenal yaitu : Desimal (Basis 10), Biner (Basis 2), Oktal (Basis 8) dan Hexadesimal (Basis 16). Berikut penjelesan mengenai 4 Sistem Bilangan ini :


1. Desimal (Basis 10)

Desimal (Basis 10) adalah Sistem Bilangan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan desimal menggunakan basis 10 dan menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Sistem bilangan desimal dapat berupa integer desimal (decimal integer) dan dapat juga berupa pecahan desimal (decimal fraction).

Untuk melihat nilai bilangan desimal dapat digunakan perhitungan seperti berikut, misalkan contoh bilangan desimal adalah 8598. Ini dapat diartikan :
Dalam gambar diatas disebutkan Absolut Value dan Position Value. Setiap simbol dalam sistem bilangan desimal memiliki Absolut Value dan Position Value. Absolut value adalah Nilai Mutlak dari masing-masing digit bilangan. Sedangkan Position Value adalah Nilai Penimbang atau bobot dari masing-masing digit bilangan tergantung dari letak posisinya yaitu bernilai basis di pangkatkan dengan urutan posisinya. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini.

Dengan begitu maka bilangan desimal 8598 bisa diartikan sebagai berikut :

Sistem bilangan desimal juga bisa berupa pecahan desimal (decimal fraction), misalnya : 183,75 yang dapat diartikan :

2. Biner (Basis 2)

Biner (Basis 2) adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 2 simbol yaitu 0 dan 1. Bilangan Biner ini di populerkan oleh John Von Neumann. Contoh Bilangan Biner 1001, Ini dapat di artikan (Di konversi ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :

Position Value dalam sistem Bilangan Biner merupakan perpangkatan dari nilai 2 (basis), seperti pada tabel berikut ini :

Berarti, Bilangan Biner 1001 perhitungannya adalah sebagai berikut :


3. Oktal (Basis 8)

Oktal (Basis 8) adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 8 Simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Contoh Oktal 1024, Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :
Position Value dalam Sistem Bilangan Oktal merupakan perpangkatan dari nilai 8 (basis), seperti pada tabel berikut ini :


Berarti, Bilangan Oktal 1022 perhitungannya adalah sebagai berikut :

4. Hexadesimal (Basis 16)

Hexadesimal (Basis 16), Hexa berarti 6 dan Desimal berarti 10 adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 16 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), F(15). Pada Sistem Bilangan Hexadesimal memadukan 2 unsur yaitu angka dan huruf. Huruf A mewakili angka 10Bmewakili angka 11 dan seterusnya sampai Huruf F mewakili angka 15

Contoh Hexadesimal F3D4, Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :


Position Value dalam Sistem Bilangan Hexadesimal merupakan perpangkatan dari nilai 16 (basis), seperti pada tabel berikut ini :


Berarti, Bilangan Hexadesimal F3DA perhitungannya adalah sebagai berikut :



 


 Sistem Bilangan Binari

Sistem bilangan binari adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 2. Sistem bilangan binari menggunakan 2 macam simbol yaitu : 0 dan 1. Contoh bilangan binari misalnya bilangan binari 1001. Ini dapat diartikan (dikonversi ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :
Binari (1)
Position value dalam sistem bilangan binari merupakan perpangkatan dari nilai 2 (basis), seperti pada tabel berikut ini :
Binari (2)
Berarti, bilangan binari 1001 perhitungannya adalah sebagai berikut :
Binari (3)
Atau dengan rumus sebagai berikut :
Binari (4)
Contoh, bilangan binari 101101 dapat dilihat nilainya dalam sistem bilangan desimal menggunakan rumus diatas sebagai berikut :
Binari (5)
Penjumlahan Bilangan Binari
Pertambahan atau penjumlahan pada sistem bilangan binari dilakukan dengan cara yang sama dengan penjumlahan pada sistem bilangan desimal. Dasar pertambahan/penjumlahan pada masing-masing digit bilangan binari adalah sebagai berikut :
Binari (6)
Contoh pertambahan bilangan binari misalnya 1111 + 10100 hasilnya adalah 100011 dengan cara sebagai berikut :
Binari (7)
Pengurangan Bilangan Binari
Pengurangan pada sistem bilangan binari dilakukan dengan cara yang sama dengan pengurangan pada sistem bilangan desimal. Dasar pengurangan untuk masing-masing digit pada sistem bilangan binari adalah sebagai berikut :
Binari (8)
Berbagai contoh pengurangan pada sistem bilangan binari bisa dilihat dibawah ini :
Binari (9)
KOMPLEMEN (COMPLEMENT)
Pengurangan juga bisa dilakukan dengan komplemen. Komplemen ada du macam yaitu :
  • Komplemen basis minus 1 (radix-minus-one complement)
  • Komplemen basis (radix complement)
Pada sistem bilangan desimal dikenal dua macam komplemen yaitu :
  • Komplemen 9 (9s complement)
  • Komplemen 10 (10s complement)
Sedangkan pada sistem bilangan binari juga ada 2 macam komplemen yaitu :
  • Komplemen 1 (1s complement)
  • Komplemen 2 (2s complement)
Contoh pengurangan dengan komplemen 9 pada sistem bilangan desimal adalah seperti berikut :Binari (10)
Komplemen 9 dari suatu sistem bilangan desimal dilakukan dengan mengurangkan angka 9 untuk masing-masing digit dalam bilangan pengurangan. Perhatikan, pada komplemen 9, digit 1 paling ujung kiri dipindahkan untuk ditambahkan pada digit yang paling kanan.
Contoh pengurangan dengan komplemen 10 pada sistem bilangan desimal bisa dilihat pada contoh berikut :
Binari (11)
Komplemen 10 dari bilangan desimal adalah hasil komplemen 9 ditambah 1, misalnya komplemen 10 dari nilai 321 adalah 679 (atau dengan cara 1000 – 321 = 679). Pada komplemen 10, hasil digit 1 yang paling kiri dibuang (tidak digunakan).
Cara yang sama dapat dilakukan pada sistem bilangan binari. Contoh pengurangan pada sistem bilangan binari dengan komplemen 1 adalah sebagai berikut :
Binari (12)
Komplemen 1 di sistem bilangan binari dilakukan dengan mengurangkan setiap bit (digit) dari nilai 1, atau dengan mengubah setiap bit 0 menjadi 1 dan bit 1 menjadi 0. Dengan komplemen 1, hasil digit paling kiri dipindahkan untuk ditambahkan pada bit paling kanan.
Sedangkan contoh pengurangan dengan komplemen 2 pada sistem bilangan binari adalah sebagai berikut :
Binari (13)
Komplemen 2 pada sistem bilangan binari adalah hasil dari komplemen 1 ditambah 1, misalnya komplemen 2 dari binari 10110 adalah 01010 (dari komplemen 1 yaitu 01001 ditambah 1). Dengan komplemen 2, hasil digit paling kiri dibuang (tidak digunakan).
Perkalian Bilangan Binari
Perkalian pada sistem bilangan binari dilakukan dengan cara yang sama dengan perkalian pada sistem bilangan desimal. Dasar perkalian untuk masing-masing digit pada sistem bilangan binari adalah sebagai berikut :
Binari (14)
Contoh perkalian pada sistem bilangan binari adalah sebagai berikut :
Binari (15)
Perhatikan, ada 2 keadaan dalam perkalian pada sistem bilangan binari yaitu :
  • Jika pengali adalah bilangan 1, maka cukup disalin saja.
  • Jika pengali adalah bilangan 0, maka hasilnya semuanya 0.
Pembagian Bilangan Binari
Pembagian pada sistem bilangan binari juga dilakukan dengan cara yang sama seperti pada pembagian bilangan desimal. Pembagian dengan 0 tidak mempunyai arti, sehingga dasar pembagian pada sistem bilangan binari adalah sebagai berikut :
Binari (16)
Contoh pembagian pada sistem bilangan binari adalah sebagai berikut :
Binari (17)